Rabu, 18 Januari 2012

Di Balik Makna Cinta

Cinta...lima huruf yang penuh misteri dan suatu nikmat yang membuat dunia tiada bertepi, lebih dalam dari lautan yang dalam, lebih tinggi dari angkasa membumbung. Tapi sobat muslim sekalian dengan cinta kadang pula kita pancing kebangkitan murka Allah Ta'ala hingga dunia ikut resah, gelisah dan bertanya tanya. Terkadang...ada aja orang yang berani-beraninya memalingkan makna cinta yang sebenernya, seolah-olah cinta tuh sesuatu yang menakutkan padahal itu keliru banget lagi.
Kalo toh kita mau berfikir maka akan kita temukan bahwa cinta itu merupakan suatu hal yang mulia pusaka yang berharga serta kenikmatan yang tiada taranya. Jika rasa cinta udah melekat dalam hati maka apapun bentuk aral akan diterjangnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang bijak: "Gunung yang tinggi kan kudaki, lautan luas akan kusebrangi demi mendapatkan yang kucintai".
Beberapa ahli sastra mengomentari tentang cinta, apa coba katanya? "Bahwa cinta merubah pengecut menjadi pemberani, yang lemah menjadi kuat, yang jauh jadi terasa dekat". Bahkan cinta yang seperti ini sampe rela ngorbanin apa aja yang ia miliki dari ujung rambut sampe ujung kaki demi cintanya. Demikian juga kita liat gimana para sahabat membela dan memperjuangkan islam dari tetesan air mata sampe mencucurkan darah menjadi syuhada demi sebuah kata yang bernama cinta(cinta sama Islam ya maksudnya).
Berkata Ali bin Abdullah, "Tidak seorangpun kosong dari perasaan cinta, kecuali orang-orang yang cacat jiwanya alias orang yang tidak waras". Telah sepakat para ahli ilmu pengetahuan bahwa perasaan cinta itu adalah kesenangan jiwa, hiburan kalbu, membersihkan akal dam meghilangkan kegundahan, pengaruhnya mengelokkan rupa, memaniskan kata-kata, menumbuhkan akhlak yang mulia, meninggikan cita-cita, mendatangkan kelegaan, memperindah pergaulan, adab dan kemanusiaan. Cinta itu adalah bala testing orang-orang shalihin, hobi para ahli ibadah, neraca akal, mengencerkan otak, serta wataknya orang-orang yang mulia.
Cinta yang hakiki tuh ngga bakal kamu-kamu temuin pada materi, ngga pula pada pangkat yang tinggi, apalagi pada kenikmatan cinta buta yang berlandaskan syahwat dan birahi. No! gabakal!. melainkan kekayaan rohaniah dengan memilih jalan Allah, jalan iman dan takwa sesuai dengan al-Qur'an dan al-Sunnah. Seorang ulama yang terkenal dengan kealimannya serta dihiasi dengan sifat zuhudnya, beliau juga termasuk pakarnya dalam masalah cinta, siapakah dia? yap! beliau adalah Ibnu Qayyim Al-jauzy rahimahumullah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah atau mahabbatullah  bukanlah se,barang cinta melainkan cinta yang menempati kedudukan yang tertinggi diatas segala cinta.
Ingat cinta merupakan nikmat dari Allah, untuk itu berbahagialah bagi orang-orang yang dibukakan hatinya dengan cinta dan waspadalah bagi orang-orang yang hatinya dibutakan dengan cinta. Namun seindah-indahnya cinta adalah kepada sang Maha Pencinta yang tidak pernah putus cintanya, kekal cintanya. Diatas Allah yang Maha Indah, Maha Bijaksana. Marilah kita bahu membahu dalam membangun cinta; cinta kebenaran, cinta Rasulullah SAW dan cinta semata mata karena Allah SWT. - Tersenymlah Maka Kamu Akan Bahagia

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates